Sabtu, 05 November 2016

Harga Bahan Bangunan Bakalan Naik Menjelang Ganti Tahun Ini

Masuk November, komoditas bahan bangunan triplek serta besi beton naik. Kenaikan diduga sebagai efek diberlakukannya tax amnesty atau amnesti pajak.
Yang memiliki toko bangunan Oentoeng Jl. Godean Km. 4 Sleman, Henry Gunawan menyampaikan, kenaikan triplek ukuran 8mm meraih 10%, dari harga Rp88. 000 per lembar saat ini telah meraih Rp96. 000 per lembar. Kenaikan ini menurut dia cukup lumayan hingga memengaruhi keadaan penjualan triplek di tokonya. Baca: Harga Triplek Terbaru
“Alasannya saat ini banyak pabrikan membebankan pajak bertambahnya nilai PPN ke customer, lantaran dampak tax amnesty sebagian waktu lalu, ” tuturnya, Senin (7/11/2016).
Menurut dia, pencatatan perpajakan pabrik sekarang ini banyak memasukkan komponen PPN kedalam harga pembelian customer lantaran banyak pabrikan besar yang mulai lakukan pembenahan pungutan perpajakan yang sampai kini kurang di perhatikan.
Resikonya dari kenaikan harga ini bikin pasar pedagang eceran makin lesu lantaran umumnya dari mereka belum mempunyai system pencatatan tentang perpajakan yang baik. Hal semacam ini bikin mereka tidak ingin dikenai pajak bertambahnya serta pilih tunda pembelian.
Menurut dia material pada pasar bahan bangunan memanglah senantiasa berkontraksi mendekati akhir th. seperti ini hingga beberapa pedagang eceran juga telah lakukan persiapan dengan menyetok barang pada bulan-bulan terlebih dulu. Baca: Harga Besi Beton Per Kg
Hal semacam ini bikin beberapa pedagang besar makin gamang dengan hari esok usaha mereka di th. ini lantaran di satu segi pemerintah menggalakkan pungutan pajak namun dari pasar yang ada tak siap dengan cara administrasi untuk menanggapi pungutan itu.
Ia lihat beberapa pedagang besar saat ini juga bingung mengakali kenaikan-kenaikan harga lantaran kondisi yang berlangsung lebih rumit dari umumnya. “Jadi perlu keterangan yang lebih panjang pada customer kami. Yang jadi permasalahan itu, tak semuanya customer dapat terima kondisi ini. Baca, Harga Cat Tembok Avitex. Umumnya mereka pada akhirnya tunda pembelian. Mereka berasumsi pedagang besar pada bermain harga, ” tuturnya.
Berbelanja pemerintah yang semestinya besar diakhir th. juga belum dirasa beberapa pelaku bisnis bahan bangunan kelihatannya. Menurut Henry banyak proyek-proyek yang terlambat lantaran harga yg tidak pas. “Semua pilih untuk wait and see, ” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar